Featured newsRiding LifeSports, Lifestyle & Environment

Sepintas Cerita Pengalaman Mengurus Surat Kendaraan Bermotor Kena Tilang Elektronik

Cosmobikers Lovers – Kedisiplinan di jalan raya perlu diatur, agar pengendara tidak sembarangan mengendarai kendaraan sesuka hatinya. Hal ini demi kelancaran dan keselamatan diri sendiri maupun orang lain. Apalagi di kota besar seperti Jakarta.

Berkendara di Kota Jakarta bukanlah hal mudah, tak hanya kemacetan, tapi juga berbagai aturan jadi tantangan. Kendati banyak aturan, tak sedikit pula yang masih melakukan pelanggaran. Baik pelanggaran seperti melanggar rambu atau marka jalan, hingga melanggar aturan yang hanya ada di DKI Jakarta yaitu ganjil genap.

Untuk meningkatkan kedisiplinan dalam berkendara, pemerintah telah memberlakukan tilang elektronik melalui ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement). Penertiban melalui tilang elektronik ini diatur berdasarkan PP Nomor 80 Tahun 2012 tentang Tata Cara Pemeriksaan Kendaraan Bermotor Di Jalan Dan Penindakan

Berikut Cara Pembayaran E-Tilang
Nah, kali ini penulis ingin berbagi pengalaman, jika ingin mengurus surat kendaraan bermotor yang terblokir. Memang, cerita pengalaman ini, saat mendampingi pelanggar aturan jalan raya untuk mengurus Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) di Polres Jakarta Pusat.

Awalnya kami kaget, Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) sudah di blokir. Ketahuannya pada saat ingin memperpanjang STNK di Kantor Samsat terdekat. Tiba-tiba, petugas di kantor Samsat tersebut memberitahukan bahwa STNK sudah di blokir dengan memperlihatkan foto pengendara yang melakukan pelanggaran (masuk jalur cepat di wilayah Jakarta Pusat.

Sealanjutnya, kami diarahkan ke kantor Polres Jakarta Pusat (Kemayoran), lokasi dimana pelanggaran terjadi. Sesampai disana, kami menceritakan kejadian sebenarnya dan petugas di kantor Polres tersebut melayani dengan sabar dan cepat.

Saat di kantor Polres, petugas memperlihatkan kembali foto saat pelanggaran yang ada di layar leptop petugas & nomor “KODE BLANGKO, KODE BRIVA & TANGGAL SIDANG. Kami diisinkan untuk mengambil gambar dari layar leptop petugas. Perlu diingat bahwa, hasil foto ini jangan dihapus dari gadget kita, karena bermanfaat saat ke kantor BRI dan saat persidangan nanti.

Selanjutnya, kami disuru untuk menyelesaikan pembayaran di BANK BRI terdekat. Setelah sampai di kantor BRI, kami memperlihatkan kode BRIVA guna membayar biaya pelanggaran tersebut sebesar RP. 500.000,-
Setelah selesai di kantor BRI, kami kembali ke kantor Polres untuk memperlihatkan tanda bayar lunas dari BRI kepada petugas di kantor Polres. Dan saat itu juga STNK yang di blokir di buka kembali.

Selanjutnya, petugas di kantor Polres, memberikan sehelai kertas sebagai bukti untuk mengurus perpanjangan STNK di Samsat. Kami menuju ke kantor Samsat untuk memngurus perpanjangan STNK. Langsung selesai.

Bagaimana Cara Mengambil Sisa Uang Titipan di BRI
Nah teman-teman, jangan khawatir uang Lima Ratus Ribu tersebut merupakan uang titipan di BRI, dimana akan dikembalikan, asal teman-teman mengikuti persyaratan. Coba ikuti informasi tersebut dibawa ini.

Saat waktu persidangan tiba, penulis menuju kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat di Kemayoran Jakarta Pusat. Rupanya di lokasi tersebut terlihat banyak pelanggar lalu lintas yang sedang antrei guna mendapatkan bukti persidangan, dimana akan digunakan untuk mengambil SISA UANG TITIPAN ke BRI.

Kebetulan penulis sudah menyelesaikan pembayaran di BRI, sehingga hanya di suru petugas jaga di kantor Kejaksaan untuk dounload aplikasi “E-TILANG KEJAKSAAN” dan ikuti saja arahan dari aplikasi tersebut sampai muncul “AMBIL SISA UANG TITIPAN”.

Setelah selesai dan berhasil, perlihatkan kembali hasil pencarian “E-TILANG KEJAKSAAN” tersebut kepada petugas jaga. Selanjutnya kita kembali ke kantior BRI untuk mengambil sisa uang titipan tersebut dengan cara perlihatkan kembali bukti dari kantor Kejaksaan tadi.

Catatan penting
Menurut pengamatan saya saat di kantor Kejaksaan, sebaiknya para pelanggar yang sudah membayar uang titipan sebesar Lima Ratus Ribu, tidak usah ke kantor Kejaksaan lagi, tapi bisa langsung download “E-TILNG KEJAKSAAN” dan mengikuti arahan yang perlu diisi, agar menghemat waktu. Namun, apapun itu, mari jangan mengeluh atau protes, tapi kita ikuti dan selesaikan sesuai aturan yang sudah berlaku. Hal ini menjadi pembelajaran buat kita agar selalu tertib di jalan raya.

Teman-teman jangan kaget mengalami penolakan saat mengurus perpanjangan STNK di kantor Samsat, karena terblokir. Biasanya pelanggar lalu lintas akan mendapatkan surat dari kepolisian yang dikirimkan langsung ke rumah sesuai dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Mungkin saja sudah dikirim oleh pihak kepolisian, namun karena kesibukan kita akhirnya terlewatkan. Mudah-mudahan pengalaman ini dapat membantu. Salam Tertib Berlalulintas…!

Comments are closed.

0 %