Featured newsGo Green

Kunang-Kunang Mulai Menghilang, Alarm Senyap bagi Kesehatan Lingkungan

COSMOBIKERS LOVERS (Green) – Masih ingatkah Anda pada cahaya kecil yang berkelap-kelip di tengah gelapnya malam? Cahaya itu bukan berasal dari lampu atau pantulan bintang, melainkan dari kunang-kunang—serangga mungil yang sejak lama menjadi bagian dari keindahan alam. Dahulu, mereka mudah dijumpai di persawahan, tepian sungai, rawa, hingga semak-semak yang lembap. Kini, pemandangan tersebut semakin sulit ditemukan.

Hilangnya kunang-kunang bukan sekadar berkurangnya penghuni malam yang indah dipandang. Fenomena ini merupakan peringatan bahwa lingkungan tempat kita hidup sedang mengalami perubahan. Ketika kunang-kunang semakin jarang terlihat, sesungguhnya alam sedang menyampaikan pesan bahwa keseimbangan ekosistem mulai terganggu.

ilustrasi
Menurut dosen dan peneliti entomologi dari Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University, Kesumawati Hadi, kunang-kunang merupakan bioindikator, yaitu organisme yang dapat menunjukkan kondisi kesehatan suatu ekosistem.

“Kunang-kunang merupakan bioindikator, yaitu organisme yang keberadaan atau ketidakhadirannya dapat mencerminkan kesehatan suatu ekosistem. Ketika kualitas lingkungan memburuk, populasinya akan cepat menyusut bahkan menghilang.”

Artinya, ketika populasi kunang-kunang menurun, bukan hanya satu spesies yang sedang terancam. Penurunan tersebut juga menjadi tanda bahwa kualitas lingkungan ikut memburuk. Habitat yang rusak, air yang tercemar, hingga berkurangnya vegetasi alami menjadi faktor yang memengaruhi kelangsungan hidup mereka.

ilustrasi
Fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Secara global, populasi kunang-kunang juga terus mengalami penurunan. Data dari International Union for Conservation of Nature (IUCN) menunjukkan sekitar 11–20 persen spesies kunang-kunang berada dalam kategori terancam. Bahkan, beberapa spesies yang hidup di kawasan mangrove Indonesia, Malaysia, dan Thailand telah masuk dalam kategori rentan.

Ada beberapa penyebab utama di balik menurunnya populasi kunang-kunang. Kerusakan habitat menjadi faktor terbesar. Alih fungsi lahan hijau, rawa, dan persawahan menjadi kawasan permukiman maupun industri membuat ruang hidup mereka semakin menyempit. Di sisi lain, penggunaan pestisida secara berlebihan mengurangi sumber makanan sekaligus mengganggu siklus hidup kunang-kunang.

Tak kalah penting adalah meningkatnya polusi cahaya. Lampu LED dan pencahayaan luar ruangan yang terlalu terang ternyata mengganggu proses perkawinan kunang-kunang. Cahaya buatan membuat kunang-kunang jantan sulit menangkap sinyal cahaya yang dipancarkan betina. Akibatnya, proses reproduksi terganggu dan populasi mereka terus menurun dari waktu ke waktu.

ilustrasi
Kabar baiknya, menjaga kelestarian kunang-kunang bukanlah sesuatu yang sulit. Setiap orang dapat berkontribusi melalui langkah-langkah sederhana, seperti mengurangi penggunaan pestisida kimia, menggunakan pupuk organik, menjaga kebersihan sungai dan saluran air, serta membatasi penggunaan lampu luar ruangan yang terlalu terang pada malam hari. Menyisakan area hijau di sekitar rumah juga dapat menjadi habitat bagi berbagai serangga, termasuk kunang-kunang.

Melindungi kunang-kunang berarti ikut menjaga kesehatan lingkungan secara keseluruhan. Ketika habitat mereka tetap lestari, berbagai organisme lain pun akan memperoleh manfaat. Alam yang sehat bukan hanya memberikan ruang hidup bagi satwa liar, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi manusia.

ilustrasi
Kunang-kunang mungkin hanya serangga kecil dengan cahaya yang tidak seberapa. Namun, kehadiran mereka mengingatkan bahwa keindahan alam lahir dari keseimbangan yang terjaga. Jika suatu hari malam terasa semakin gelap karena cahaya kunang-kunang benar-benar menghilang, yang hilang bukan sekadar pesona alam, melainkan juga salah satu penanda bahwa lingkungan kita pernah begitu sehat.

Karena itu, menjaga kunang-kunang bukan hanya tentang melestarikan satu spesies. Ini adalah upaya merawat rumah kita bersama. Sebab, ketika cahaya kecil itu tetap menyala di tengah kegelapan, sesungguhnya harapan bagi alam juga masih menyala, #BerbagaiSumber. Salam Go Green !

ilustrasi
#Kunang-Kunang #JagaAlam #PeduliKunang-Kunang #KesehatanLingkungan

Comments are closed.

0 %