Featured newsSports, Lifestyle & Environment

Jika Sulit Mencintai Diri, Butuh Seorang Sahabat

Cosmobikers Lovers – Seringkali membuat kesalahan, apakah seringkali mengomentari diri sendiri dengan kata-kata yang muncul dari mulut kita menyalahkan diri kita? Misalnaya, “kerja ini saja tidak bisa atau dasar ngga berguna”. Kata hati sering muncul ketika kita tidak punya cukup cinta diri.

Cinta diri bukan narsisme, karena orang narsis mengaggap dirinya paling benar dari orang lain, egois, congkak & rakus perhatian. Sementara orang yang cinta diri, adalah dia yang bisa menghargai diri sendiri sehingga menjadi individu yang lebih baik untuk dirimya dan orang lain.

Orang cinta diri adalah orang yang bisa bersahabat dengan diri sendiri. Cinta diri sangat berpengaruh terhadap kehidupan sehari-hari. Seseorang tidak cinta diri, ketika melakukan kesalahan kecil, mencambuk dirinya dengan hal-hal negetif sehingga menggerus harga diri. Misalnya, “Masa begini saja ngga bisa”. Seseorang yang tidak cinta diri, sulit mencari hubungan romantis yang langgeng, karena terus merasa tidak yakin, apakah dia pantas di cintai?

Kemampuan kita untuk mencintai orang lain, berbanding lurus dengan kemampuan kita mencintai diri. Seseorang yang tidak cintai diri, cenderung merasa insecure. Tidak aman. Ketika manusia merasa tidak aman, maka adalah pilihan fight or flight. Bertengkar dengan orang sekitar atau lari dan tenggelam dalam kesedihan yang tidak berujung,

Kata hati negatif, berasal dari suara yang sering kita dengar dimasa kecil, apakah itu suara orang tua yang marah-marah, kaka yang mengancam, teman sekolah. Semuanya ini terdengar berulang-ulang. Seakan-akan kita ini selalu salah dan tidak pernah cukup untuk mereka.

Memang memberi kritik untuk diri sendiri penting untuk perkembangan kita sebagai manusia. Namun kerap suara kritik itu selalu keras, bahkan disruptif, intonansinya yang sesungguhnya tidak selalu berguna buat kita berubah ke arah lebih baik. Kritik disruptif berkepanjangan, bahkan bisa mendorong kita untuk putus asa, depresi atau bahkan bunuh diri, karena benci diri.

Mulaialah cinta diri & jadilah sahabat terbaik buat diri sendiri. Ketika kata hati mulai bercambuk secara bertiubi, sadari dan ganti suara ini dengan suara menenangkan yang kita dengar dalam hidup kita. Apakah itu suara sahabat terbaik, seorang rohaniawan atau penulis favorit penuh kebijaksanaan.

Kata hati yang sehat itu seperti suara yang datangnya dari hakim yang bijaksana. Seseorang yang bisa membedakan mana yang baik dan buruk, tapi juga bisa memaafkan, adil dan akurat dalam memahami masalah. Sehingga bisa membantu kita mencari jalan keluar.

Butuh Seorang Sahabat
Nah, bagaimana bisa menjadi sahabat atau hakim bagi diri sendiri? Seorang sahabat bisa melihat kekurangan kita, tetapi juga mengingatkan sederet kelebihan kita. Seorang sahabat mendengar keluh kesah kita dan mampu melihat titik permasalahan & menawarkan kebijaksanaan & penghiburan, biar kita kembali semangat.

Seorang sahabat menyukai kita apa adanya. Bahwa kita ini sudah cukup, tidak perlu kurang, tidak perlu lebih. Seorang sahabat punya belas kasih. Ketika kita gagal & pasti ada gagal dalam hidup, mereka memberi pengertian “ngga apa-apa, nanti coba lagi”.

Dikala saya sedih dan putus asa, dikala ada suiara menghakimi terus menerus menghujam pikiran dan tubuh saya, saya ingat kembali kata-kata dan penulis filsuf kesayangan saya, “tidak apa, kamu sudah berusaha berbuat sebaik mungkin. Apa yang terjadi, sering diluar kendalimu, Kalau hari ini hasilnya mengecewakan, yah, masih ada hari esok, bisa coba lagi bukan”?

Kaalau kita selama ini menjadi teman baik bagi orang tercinta disekitar kita, mengapa tidak melatih diri untuk menjadi teman terbaik untuk diri sendiri, Ketika kita mencintai diri, kita bisa menerima kekurangan dan kelebihan kita. Punya belas kasih terhadap diri sendiri.
Yuk, jadilah sahabat untuk diri sendiri, mulailah cinta diri. #BerbagaiSumber.

Comments are closed.

0 %