COSMOBIKERS LOVERS (Lifestyle) — Semangat untuk menciptakan perubahan yang memberikan manfaat lebih luas menjadi benang merah dalam kegiatan Conference & Workshop “Redemptive & Regenerative Impact” yang sukses diselenggarakan pada 24–25 September 2026 di Hotel Movenpick Pecenongan, Jakarta Pusat.
Kegiatan yang diikuti sekitar 200 peserta ini menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai perspektif mengenai bagaimana investasi, bisnis, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia dapat diarahkan untuk menciptakan dampak sosial dan lingkungan yang berkelanjutan.

Acara diawali dengan kata sambutan dari Bapak Teddy Hartono, CEO TDR, yang menyampaikan pentingnya membangun perspektif baru dalam melihat pertumbuhan dan dampak. Semangat tersebut sejalan dengan perjalanan nilai yang dibangun TDR melalui filosofi “Ride to Thrive”, yang terus berkembang menuju gagasan untuk membangun sesuatu yang memberikan manfaat lebih luas melalui semangat “Build to Thrive.”
Mengubah Cara Pandang tentang Dampak
Mengusung tema “Redemptive & Regenerative Impact”, kegiatan ini mengajak peserta untuk melihat dampak bukan hanya dari sisi hasil yang diperoleh, tetapi juga dari proses dan manfaat jangka panjang yang dapat diciptakan.
Redemptive membawa makna pemulihan—bagaimana sesuatu yang menghadapi tantangan atau kehilangan nilai dapat dipulihkan dan kembali memberikan manfaat.

Sementara regenerative membawa gagasan yang lebih jauh, yaitu bagaimana proses tersebut dapat menciptakan kondisi yang memungkinkan manusia, lingkungan, komunitas, dan ekosistem untuk terus bertumbuh.
Dengan perspektif tersebut, sebuah bisnis tidak hanya dituntut untuk menghasilkan keuntungan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari solusi dan menciptakan nilai yang lebih luas bagi masyarakat.
Menghadirkan Perspektif Lintas Sektor
Konfrens ini menghadirkan sejumlah pembicara dengan latar belakang dan perspektif yang beragam.
Salah satunya adalah Gregory Vijayendran, SC, Partner, Rajah & Tann Singapore, yang membawa perspektif dari dunia hukum dan bisnis internasional.

Hadir pula Dr. Gugun Gumilar, Special Staff to Indonesia’s Minister of Religious Affairs, yang memberikan perspektif mengenai isu sosial dan kemasyarakatan dari sudut pandang yang lebih luas.
Kehadiran para pembicara dengan latar belakang berbeda tersebut memperkaya diskusi dan menunjukkan bahwa membangun dampak berkelanjutan membutuhkan kolaborasi lintas disiplin dan lintas sektor.
Dari Conference Menuju Simulasi dan Praktik
Tidak berhenti pada sesi pemaparan dan diskusi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan rangkaian workshop yang memberikan pengalaman praktis kepada peserta.

Tiga materi workshop menjadi bagian penting dalam kegiatan ini, yaitu:
1. Social Investment Simulation, peserta diajak memahami bagaimana sebuah investasi sosial dapat dirancang dan dipertimbangkan tidak hanya berdasarkan aspek finansial, tetapi juga berdasarkan nilai serta dampak yang dihasilkan bagi masyarakat.
2. Regenerative Businesses – The Sea Bass Challenge, melalui simulasi The Sea Bass Challenge, peserta mendapatkan pengalaman untuk memahami bagaimana konsep bisnis regeneratif dapat diterapkan dalam pengambilan keputusan dengan mempertimbangkan keberlanjutan ekosistem dan dampak jangka panjang.
3. PitchX – The Future of Training for Investment Readiness, sesi ini memberikan perspektif mengenai pentingnya kesiapan dalam menghadapi investasi. Peserta didorong untuk memahami bagaimana sebuah ide, bisnis, maupun inisiatif dapat dikembangkan dan dikomunikasikan secara lebih efektif agar siap menghadapi peluang investasi.

Hari Kedua: Melihat Dampak Secara Langsung
Memasuki hari kedua, pengalaman peserta tidak hanya berlangsung di ruang seminar dan workshop. Mereka mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi tiga lokasi yang memiliki inisiatif dan aktivitas dengan dampak nyata bagi orang lain, yaitu Javara Culture, Sunyi Coffee, dan Maxy Academy.
Kunjungan ini menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan karena peserta dapat melihat secara langsung bagaimana sebuah gagasan diterjemahkan menjadi praktik yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui kunjungan tersebut, peserta diajak untuk melihat bahwa konsep Redemptive & Regenerative Impact dapat hadir dalam berbagai bentuk dan sektor, mulai dari pemberdayaan, inklusivitas, pengembangan potensi manusia, hingga penciptaan ekosistem yang memberikan kesempatan bagi lebih banyak orang untuk bertumbuh.

Pengalaman di lapangan tersebut sekaligus melengkapi pembelajaran yang diperoleh melalui seminar dan simulasi. Jika sesi seminar memberikan perspektif, dan workshop memberikan pengalaman melalui simulasi, maka kunjungan lapangan memberikan kesempatan untuk melihat contoh nyata bagaimana dampak dapat diwujudkan.
Dengan demikian, peserta tidak hanya diajak untuk memahami what dan why, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai how, bagaimana sebuah inisiatif dapat menciptakan perubahan yang memiliki nilai bagi orang lain.
Dari Gagasan Menuju Dampak Nyata
Rangkaian kegiatan selama dua hari tersebut memperlihatkan bahwa membangun dampak membutuhkan lebih dari sekadar ide. Dibutuhkan perspektif, keberanian untuk mencoba, kolaborasi, serta komitmen untuk menciptakan nilai yang dapat terus bertumbuh.

Antusiasme sekitar 200 peserta menjadi bagian penting dari momentum ini. Beragam latar belakang dan pengalaman yang hadir membuka ruang bagi terjadinya pertukaran gagasan dan jejaring baru.
Conference & Workshop “Redemptive & Regenerative Impact” diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah kegiatan selama dua hari. Lebih dari itu, momentum ini menjadi ruang untuk membangun kesadaran bahwa setiap individu, organisasi, maupun bisnis memiliki kesempatan untuk menciptakan dampak yang lebih luas.
Karena dampak tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Dampak dapat dimulai dari bagaimana kita melihat sebuah masalah, bagaimana kita memperlakukan manusia, bagaimana kita menjalankan bisnis, dan bagaimana kita memastikan bahwa apa yang kita bangun hari ini dapat memberikan manfaat bagi kehidupan di masa depan.

Semangat tersebut sejalan dengan filosofi yang terus dibangun TDR,
“We don’t just build better rides. We build a better world.”
Pada akhirnya, perjalanan Redemptive & Regenerative Impact mengajak kita untuk tidak hanya membangun sesuatu yang lebih baik, tetapi juga memulihkan yang perlu dipulihkan, menumbuhkan yang perlu ditumbuhkan, dan membuka ruang agar lebih banyak kehidupan dapat berkembang. Salam Ride To Thrive!

#RidetoThrive. #BuildtoThrive. #CreateaRedemptive&RegenerativeImpact #TBNIndonesia #TBNAsia #MAXYAcademy





