COSMOBIKERS LOVERS (Style) – Upaya mengurangi pencemaran udara bisa dilakukan dengan berbagai cara. Mulai dari hal sederhana seperti menanam pohon, membersihkan lingkungan, menghemat penggunaan listrik, hingga mengurangi pemakaian bahan bakar minyak.
Namun, upaya menjaga lingkungan tentunya bukan hanya menjadi tanggung jawab masyarakat. Dunia industri, termasuk industri kendaraan, juga punya peran penting dalam menciptakan teknologi yang lebih ramah lingkungan dan efisien.

Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, berbagai inovasi terus dikembangkan untuk menjawab kebutuhan mobilitas manusia. Salah satunya melalui pengembangan kendaraan yang hemat energi dan memiliki tingkat efisiensi yang semakin baik.
Hal inilah yang menjadi salah satu tujuan digelarnya Kompetisi Mobil Hemat Energi (KMHE) 2019 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI).
Kompetisi ini menjadi wadah bagi mahasiswa dan generasi muda untuk mengembangkan kreativitas serta inovasi di bidang teknologi kendaraan. Harapannya, lahir berbagai terobosan baru yang dapat mendukung mobilitas berkelanjutan sekaligus lebih efisien dalam penggunaan energi.

Pada KMHE 2019, tercatat sekitar 80 peserta dari 40 perguruan tinggi di Indonesia ikut ambil bagian. Sejumlah kampus ternama seperti ITS, ITB, UGM dan UI juga turut meramaikan kompetisi ini.
Batavia Team UNJ, Enam Kali Ikut dan Dua Kali Juara
Salah satu tim yang cukup konsisten mengikuti ajang ini adalah Batavia Team dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
Keikutsertaan mereka di KMHE sudah memasuki tahun keenam, sejak pertama kali ambil bagian pada 2014. Dari perjalanan tersebut, Batavia Team UNJ berhasil meraih gelar juara sebanyak dua kali, yakni pada 2016 dan kembali meraih prestasi pada 2019.

Pada KMHE 2019, Batavia Team UNJ berhasil meraih:
Juara 1 Prototype Battery Electric, dengan hasil 258 km/jam.
Juara 3 Prototype Gasoline, dengan hasil 535,154 km/jam.
Hasil tersebut tentunya menjadi pencapaian yang membanggakan, apalagi mereka harus bersaing dengan tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Menurut Nugroho, salah satu anggota Batavia Team UNJ, timnya sebenarnya sempat tampil cukup dominan selama dua hari pertama kompetisi. Namun, kendala teknis pada sistem pengereman membuat mobil mereka tidak dapat mengikuti race pada hari terakhir.

“Sebenarnya kami sempat mendominasi selama dua hari event ini. Namun pada hari terakhir terjadi masalah pada sistem pengereman sehingga mobil kami tidak bisa race. Tentunya kami cukup menyesal karena belum mendapatkan hasil terbaik di kategori tersebut,” ungkap Nugroho melalui pesan WhatsApp.
Meski demikian, Nugroho mengaku tetap bangga karena Batavia Team UNJ mampu bersaing dengan sejumlah kampus ternama di Indonesia.
“Kami sangat senang karena bisa bersaing dan memenangkan lomba dengan kampus-kampus ternama yang ada di Indonesia. Kami juga berterima kasih kepada TDR One Team yang sudah dua kali memberikan support kepada kami,” lanjutnya.

Bukan Cuma Soal Balapan
KMHE 2019 yang berlangsung di Universitas Negeri Malang pada 24–28 September 2019 tersebut bukan hanya menjadi ajang adu cepat atau adu irit kendaraan.
Bagi para mahasiswa, kompetisi ini juga menjadi tempat untuk mengasah kemampuan dan menerapkan ilmu yang mereka dapatkan di kampus.
Nugroho mengatakan, salah satu tantangan terbesar yang mereka hadapi adalah keterbatasan dana. Kondisi tersebut membuat tim harus benar-benar cermat dalam menentukan setiap pengembangan dan upgrade pada mobil.

“Dengan dana yang terbatas, kami harus benar-benar teliti dalam mengembangkan dan meng-upgrade mobil. Setiap langkah harus dipikirkan matang-matang supaya tidak terjadi kesalahan dan kami tahu arah pengembangannya,” jelas Nugroho yang menjabat sebagai General Manager Team.
Namun soal kemampuan teknis, Batavia Team UNJ tidak mau kalah. Menurutnya, meskipun UNJ dikenal sebagai kampus pendidikan, kemampuan teknis mahasiswanya tetap mampu bersaing dengan perguruan tinggi lain, termasuk kampus yang memiliki label institut.
Banyak ilmu dan pengalaman yang mereka dapatkan selama mengikuti KMHE. Mulai dari konversi energi, mapping baterai, aerodinamika, komposisi material chassis dan body, hingga sistem electrical.
Didukung Teknologi TDR
Dalam perjalanan Batavia Team UNJ meraih prestasi di KMHE 2019, dukungan teknologi juga menjadi salah satu bagian penting.

Beberapa produk TDR High Performance Technology yang digunakan antara lain API TEC ECU, TDR High Performance Lithium Battery, Koso Mini, Koso Thermometer Super Slim, Koso Voltmeter Super Slim, TDR Ceramic High Performance Clutch Plate, TDR Twin Iridium Spark Plug 085RT, TDR Forging Oil Pump Kit, serta TDR Racing Clutch Spring Set.
Perpaduan antara kreativitas mahasiswa, kemampuan teknis, kerja sama tim, dukungan kampus, serta dukungan dari TDR One Team menjadi bagian dari perjalanan Batavia Team UNJ di KMHE 2019.
Yang menarik, kompetisi seperti ini bukan hanya soal siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, ada proses belajar, mencoba, gagal, memperbaiki, dan kembali berinovasi. Karena dari tangan anak-anak muda seperti inilah, teknologi kendaraan masa depan bisa terus berkembang.

Selamat untuk Batavia Team UNJ. Terus berkarya, terus berinovasi, dan terus membawa semangat One Team!
#Cosmobikers #Mitra2000 #TDROneTeam #BataviaTeamUNJ #RamahLingkungan #Mobil





