Featured newsSports, Lifestyle & EnvironmentTechnology

Ada Apa Dengan Motor Listrik, Sehingga BSN Turun Tangan?

Cosmobikers Lovers – Kendaraa roda dua ramah lingkungan satu ini, sudah mulai terlihat mondar mandir di jalan raya, khususnya di kota besar. Digunakan sebagai transportasi penumpang atau Ojol (Ojek Online). Belum apa-apa, alat transportasi yang menggunakan baterai sebagai sumber penggerak ini sudah mulai menimbulkan masaalah di lapangan. Sehingga perlu ditangani secara serius oleh pihak-pihak yang berkepentingan.

Badan Standardisasi Nasional (BSN) mengaku akan mengkaji dan mengevaluasi data, sebagai upaya pencetusan standardisasi motor listrik. BSN menjelaskan, alasan di balik proses rencana standardisasi ini adalah untuk menindaklanjuti kasus pencurian baterai motor listrik yang semakin marak terjadi.

Iriana Margahayu, Direktur pengembangan Standar Mekanika, Energi, Infrastruktur dan Teknologi BSN menjelaskan, pihaknya akan mulai mengumpulkan data seputar kasus pencurian yang sudah terjadi. Selain itu, pihak BSN juga akan memanggil jajaran produsen motor listrik untuk melakukan audiensi, dan membahas secara detil terkait isu ini.

“Soal standardisasi, kami (BSN) juga harus berdiskusi dengan pelaku-pelaku usaha di bidang industri yang membuat kendaraan itu, yaitu para produsen motor listrik,” ucapnya saat berbincang dengan awak media belum lama ini.

Merespon rencana BSN, beberapa produsen motor listrik mengaku siap tunduk dan mengikuti rentetan regulasi standarisasi yang mulai dicanangkan. Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) yang menaungi beberapa merek motor listrik, mengungkap siap berpartisipasi dalam hal riset serta penyediaan data.

Tenggono Chuandra Phoa, Sekertaris Jenderal Periklindo menjelaskan, keberadaan standarisasi motor listrik diyakini bisa memberikan rasa aman lebih untuk konsumen.

“Apapun itu jika kaitannya dengan regulasi pemerintah, kami (Periklindo) pastinya siap melakukan koordinasi,” ucapnya kepada awak media.

Komitmen senada juga disampaikan Awan Setiawan Head of Sales and Marketing Division United E-Motor. Menurutnya standardisasi yang komprehensif juga bisa memberikan dampak positif terhadap ekosistem motor listrik selanjutnya.

“Industri kita (motor listrik) ini sedang berkembang pesat, jadi topik soal evaluasi baik itu regeluasi baru, atau aturan baru, itu pasti akan muncul,” ucapnya.
Bernardi Djumiril, President Director Gesits Motor Nusantara (Gesits) juga memberikan komentar. Menurutnya, pelayanan kepada konsumen adalah poin utama yang harus dilakukan semua produsen.

“Intinya kami sebagai pabrikan, pasti harus menomor satukan konsumen. Isu-isu dan kendala pasti terjadi, penanganannya adalah bagaimana kami mengevaluasi dan memberikan solusi,” kata Burnardi.

Kendaran masa depan ramah lingkungan ini, semakin banyak merk terlihat di pasaran. Untuk itu perlu sekali diawasi. Agar masyarakat tidak kecewa saat membelinya. Mengingat, sudah banyak juga digunakan ibu-ibu belanja ke pasar. #BerbagaiSumber. Salam Go Green…!

Comments are closed.

0 %